Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juli 2014

JPPR: Banyak Petugas KPPS Tak Jalankan Prosedur Buka TPS

Jumat, 11 Juli 2014 | 21:46 WIB 

AP PHOTO / TATAN SYUFLANA

Tempat pemungutan suara Pemilu Presiden
di kawasan kumuh Kota Jakarta, Rabu (9/7/2014). Pemilu memilih dua calon
presiden yaitu Prabowo Subianto berpasangan dengan Hatta Rajasa dan Joko Widodo
berpasangan dengan Jusuf Kalla.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan Pendidikan
Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan banyak anggota kelompok penyelenggara
pemungutan suara (KPPS) tidak menjalankan prosedur saat membuka tempat
pemungutan suara (TPS). Setidaknya ada empat jenis pelanggaran menyangkut
pembukaan TPS.

"Di antara permasalahan yang muncul saat
Pembukaan di TPS adalah lokasi TPS tidak netral, petugas TPS tidak mengucapkan
sumpah atau janji, surat suara tidak diperiksa sebelum pemungutan suara, kotak
suara tidak diperlihatkan dalam keadaan kosong," ujar Deputi Koordinator JPPR
Masykurudin Hafidz, dalam keterangan medianya di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU),
Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2014).

Masykurudin mengatakan, meski secara jumlah
banyak TPS yang dibuka tidak sesuai prosedur, namun jumlah tersebut tidak lebih
besar dibandingkan dengan yang sesuai prosedur.

Ia menjabarkan, berikut KPPS TPS yang dibuka di
luar prosedur berdasarkan pelanggarannya:


  1. Lokasi TPS tidak netral

    TPS 36 Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur; TPS
    55 Sempajaya Selatan Samarida Selatan, Kalimantan Timur; TPS 2 Syahkuala,
    Banda Aceh (di halaman masjid); TPS 3 Bandaraya, Banda Aceh (di halaman
    masjid); TPS 17, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat (di
    tempat ibadah); TPS 8 Gunung Sari, Pamijahan, Bogor (Lokasi di kawasan
    masjid)


  2. Petugas TPS tidak mengucapkan sumpah atau
    janji


    TPS 14 Kota Raja, Kupang, Nusa Tenggara Timur; TPS 1 Samban, Bawean,
    Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (alasan karena pemilih sudah antre); TPS 8
    kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu dan TPS 1 Kecamatan Kota Atambua,
    NTT; TPS 9 Sawah Besar, Jakarta Pusat (karena tidak ada panduan untuk sumpah
    KPPS); TPS 3 Desa Buker, Jirengik, Kabupaten Sampang; TPS 2 Berutung Baru,
    Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan; TPS 2 Kulon Puger, Jember, Jawa Timur;
    TPS 2 Martapura Barat, Banjar, Kalimantan Selatan; TPS 70 Pekayon Jaya,
    Bekasi.


  3. Surat suara tidak diperiksa sebelum
    pemungutan


    TPS 17, Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat; TPS 14 Kota Raja, Kupang,
    NTT; TPS di Johor Baru


  4. Kotak suara
    tidak diperlihatkan dalam diperlihatkan keadaan kosong


    TPS 14 Kota Raja, Kupang, NTT; TPS 70 Pekayon, Bekasi


Logo PDI Perjuangan (Logo PDI-P)

Minggu, 20 April 2014

Kata Jokowi Tentang Stiker Jokowi-JK



Minggu, 20 April 2014 | 15:04 WIB

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Stiker yang bergambar bakal calon presiden Joko Widodo dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla beredar di Taman Suropati, Minggu (20/4/2014) pagi. Warga terkejut dengan persebaran stiker tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo menanggapi santai beredarnya stiker Jokowi-Jusuf Kalla yang dibagikan oleh seorang pria di Taman Suropati, Minggu pagi tadi. Dia tidak merasa didahului, meski dia belum mengumumkan siapa bakal cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2014.

"Iya enggak apa-apa, beredar saja. Tapi kan, sudah saya jawab, memang belum ada," kata Jokowi, di
Taman Suropati 7, Jakarta, Minggu (20/4/2014).

Jokowi mengatakan tindakan relawan untuk membagi-bagikan stiker Jokowi-JK itu bukanlah tindakan
yang "mendahului". Sebab, di masa demokrasi ini, setiap warga berhak untuk menyampaikan pendapatnya.

Jokowi berjanji, dia akan segera mengumumkan nama bakal cawapresnya jika memang sudah ditemukan. Dia tidak akan menyembunyikannya atau merahasiakannya. "Saya sih senang-senang terus. Kalau nanti memang sudah ada nama (cawapres)nya, saya kasih tahu, kayak dulu pas deklarasi capres," kata Jokowi.

Sekadar informasi, stiker itu dibagikan kepada warga yang sedang melakukan aktivitas di Taman Suropati,
Minggu (20/4/2014) pagi tadi. Stiker berukuran 5x5 centimeter itu memuat foto Jokowi dan JK sedang bersanding mengenakan jas dan peci hitam. Ada dua variasi dalam stiker yang dibagikan tersebut.

Pertama, "Jokowi-JK Fans Club siap mengusung Jokowi-Jusuf Kalla 2014 Serasi - Sederhana Cerdas Integritas. Indonesia Hebat Indonesia Baru Capres dan Cawapres Republik Indonesia 2014-2019". Kedua, stiker itu bertuliskan "Jokowi-JK Fans Club Siap Mengusung Jokowi-Jusuf Kalla. Gabungan Nusantara 2014-2019 Sederhana, Cerdas, Integritas".

Penulis : Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Sumber Berita : Kompas.com

Artikel : PDI Perjuangan

Logo PDI Perjuangan (Logo PDI-P)

Sejumlah Pimpinan MPR/DPR sampai Elite Partai Diprediksi Gagal Lolos ke Senayan



Minggu, 20 April 2014 | 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Nama besar, posisi, dan jabatan tidak menjamin seorang calon anggota legislatif terpilih dalam Pemilu Legislatif 2014. Berdasarkan hasil hitung cepat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sejumlah menteri, pimpinan MPR/DPR RI, hingga elite partai 
diprediksi gagal melenggang ke Senayan.

Salah satu yang diprediksi tidak lolos adalah Menteri Pertanian Suswono, yang maju sebagai caleg
Partai Keadilan Sejahtera dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah X. Di dapil ini, PKS bersama Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) diperkirakan tidak mendapatkan kursi.

Hal yang sama terjadi pada Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin, yang kembali jadi caleg Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) untuk dapil Jawa Tengah VI, dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, caleg Partai Amanat Nasional (PAN) dari dapil Jawa Tengah VIII. Lukman tak mampu meraih suara memuaskan di dapilnya yang mencakup Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kota Magelang. Di daerah ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) diprediksi akan mendapat kursi terbanyak.

Sementara itu, Taufik yang merupakan Sekretaris Jenderal PAN maju di dapil yang meliputi Kabupaten
Banjarnegara, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purbalingga. Di daerah ini, hampir semua partai mendapat 1 kursi, kecuali PAN, Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Bulan Bintang.

Tak hanya itu, sejumlah elite partai juga harus siap-siap meninggalkan kursi empuk DPR dan merelakannya
untuk caleg lain. Petinggi partai yang diperkirakan tidak lolos adalah Ketua Umum PBB MS Kaban dari dapil Jawa Barat V. Untuk pemilu kali ini, sejumlah lembaga survei memprediksi PBB tidak lolos ke Senayan. Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dossy Iskandar juga sulit melawan dominasi PKB, PDI-P, dan Partai Golkar.

Petinggi partai lain, seperti Taufik Basari (Nasdem) dan Ketua DPP PAN Didik J Rachbini, diperkirakan
terhenti di dapil DKI Jakarta III. Caleg yang baru saja berpindah partai, seperti caleg Hanura Yusuf Supendi (sebelumnya PKS), Lili Wahid (sebelumnya PKB), dan caleg Partai Nasdem Effendy Choirie (sebelumnya PKB), juga bakal sulit kembali ke Senayan.

Hasil hitung cepat yang dilakukan SMRC ini menarik sampel 2.000 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 545.647 TPS yang ada di seluruh Indonesia. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling yang terdistribusi secara proporsional di setiap dapil. Margin of error dari hasil hitung cepat ini kurang-lebih sebesar 1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil hitung cepat ini bukan hasil resmi perolehan suara. Penghitungan resmi surat suara dan hasil
rekapitulasinya akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada awal Mei 2014.

Penulis : Sabrina Asril
Editor : Laksono Hari Wiwoho

Sumber Berita : Kompas.com

Artikel : PDI Perjuangan

Sabtu, 19 April 2014

Jokowi Disambut Demo Mahasiswa di Kampus ITB




Kompas.com Kamis, 17 April 2014 | 13:48 WIB 
Fabian Januarius Kuwado Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hendak memberikan kuliah umum di ITB, Bandung, Kamis (17/4/2014). Kedatangan Jokowi disambut unjuk rasa dengan diwarnai kericuhan.

BANDUNG, KOMPAS.com — Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Kamis (17/4/2014), disambut unjuk rasa ratusan mahasiswa. Kericuhan sempat mewarnai aksi demonstrasi tersebut. 

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Jokowi, yang berada satu mobil dengan Rektor ITB Akhmaloka serta rombongan, hendak masuk ke dalam kampus. Rupanya, ratusan mahasiswa itu telah menduduki akses masuk kampus terlebih dahulu.

Ratusan mahasiswa berkerumun di tepi jalan. Ada yang membentangkan spanduk bertuliskan "tolak politisasi kampus". Saat rombongan Jokowi dan rektor hendak masuk ke dalamnya, kericuhan terjadi. Mobil pengawal pribadi Jokowi yang ada paling depan jadi bulan-bulanan teriakan mahasiswa. 


Mahasiswa memblokir jalannya mobil itu dengan spanduk sambil berteriak-teriak. Polisi dan para petugas keamanan kampus berhasil membuat para mahasiswa mundur.

Di tengah kericuhan, mobil yang dinaiki Jokowi dan rektor ITB tak jadi masuk kampus. Mobil sedan hitam itu melaju menuju Jalan Ir H Juanda dan masuk ke kediaman dinas rektorat. Sementara mobil Jokowi dan rektor pergi, mobil pengawal Joko Widodo masih terjebak di kerumunan mahasiswa. Sekitar 10 menit kemudian, mobil itu baru bisa keluar dari barikade mahasiswa.

Jokowi datang ke kampus tersebut untuk memberikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa. Belum diketahui, apakah insiden tersebut membuat bakal capres dari PDI Perjuangan ini jadi melaksanakan kuliah umum atau tidak.


Sumber Berita : Kompas.com
Logo PDI Perjuangan (Logo PDI-P)

Rabu, 26 Maret 2014

PDIP: Tiga Agenda Utama Kepemimpinan Nasional Mendatang


hasto-tjahjo-020214

BALI — Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan ada tiga agenda utama PDI Perjuangan pada konsep kepemimpinan nasional mendatang.

“Pasangan pemimpin nasional mendatang, yang terpenting mampu mengatasi tiga agenda utama meliputi kewibawaan negara, pertumbuhan ekonomi, serta kerukunan masyarakat,” kata Hasto Kristiyanto menjelang kampanye terbuka di Lapangan Kopral I Wayan Surem, di Desa Blahkiuh, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/3).

Hasto menjelaskan, dari ketiga agenda utama tersebut adalah, pertama, pasangan pemimpin nasional mendatang mampu mengatasi kewibawaan negara yang merosot.

Dengan meningkatkan kewibawaan negara, kata dia, sejalan dengan peningkatan kedaulatan Indonesia di dunia internasional.

Kedua, mampu mengatasi persoalan ekonomi, seperti persoalan pangan, energi, ketenagakerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini hanya pada tataran makro, tapi tidak berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. “Realitasnya, masih banyak rakyat hidup miskin,” katanya.

Kemudian ketiga, kata dia, mampu mengatasi persoalan intoleransi di tengah masyarakat. Hasto menjelaskan, bangsa Indonesia yang dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah tapi saat ini keramahan tersebut telah luntur. “Bentrok antar kelompok masyarakat lebih sering terjadi,” katanya.

Menurut dia, pemimpin mendatang harus mampu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat, sehingga masyarakat hidup rukun dan toleran.

<sumber: republika.co.id>

http://waraswasistojabar.com/pdip-tiga-agenda-utama-kepemimpinan-nasional-mendatang.html

Selasa, 25 Maret 2014

Jokowi Ingatkan Pilih Caleg yang Tidak Banyak Janji


capres-pdip-jokowi-220314

BANDARLAMPUNG — Calon Presiden Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) Joko Widodo(Jokowi) mengingatkan masyarakat agar memilih calon legislatif yang tidak banyak mengumbar janji.

“Yang dilihat dari seorang pemimpin itu apa? Kerjanya! Bukan hanya janji-janji. Janji-janji udah kebanyakan. Rakyat ingin lihat pemimpin kerja. Kalau pemimpin kerja, gak akan ada jalan rusak seperti itu. Itu yang baru saya lihat, yang lain gak tahu,” kata Jokowi di Lampung Tengah, Sabtu (22/3).

Jokowi berjanji jika PDI-P menang mutlak di Lampung maka tidak akan ada jalanan yang rusak. “Kalau nanti PDI-P menang di Lampung, masalah jalan itu kecil. Kan duit APBD banyak, tapi ra teko nggon (tidak sampai sasaran),” kata Jokowi saat orasi di Lapangan Rejo Basuki, Seputih Raman, Lampung Tengah.

Lebih lanjut, Jokowi meminta masyarakat agar pintar dalam memilih wakil rakyat saat pemilu legislatif (pileg) maupun saat pemilihan presiden(pilpres). “Saya hanya mengingatkan, ini tahun penentuan. Kalau salah pilih presiden atau caleg, nunggunya masih lima tahun, kesuen(kelamaan),” katanya.

Masyarakat, menurut Jokowi, hendaknya memilih pemimpin yang tidak hanya beri janji tapi kerja nyata. Sebelum melakukan kampanyeterbuka, Jokowi berhenti di daerah pasar Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah untuk menyapa warga.

Setelah itu Jokowi, ditemani calon gubernur Lampung dari PDI-P, Berlian Tihang, mampir ke sebuah warung bakso Metro di pasar Kota Gajah untuk makan dan minum. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Lapangan Rejo Basuki. Dalam perjalanan tersebut, jalan yang dilalui rombongan rusak parah.

<sumber: republika.co.id>

http://waraswasistojabar.com/jokowi-ingatkan-pilih-caleg-yang-tidak-banyak-janji.html